Verke Editorial

Cara berhenti overthinking (tanpa harus melawan pikiranmu)

Verke Editorial ·

Kalau kamu ada di sini karena ingin tahu cara berhenti overthinking, versi singkatnya begini: kamu tidak bisa mengalahkan overthinking dengan berpikir lebih keras. Pikiran memperlakukan setiap usaha menundukkan sebuah pikiran sebagai bukti tambahan bahwa pikiran itu penting — itulah sebabnya makin keras kamu coba berhenti, suaranya makin keras. Yang berhasil adalah mengubah hubunganmu dengan pikiran itu — membiarkannya lewat tanpa memberinya kemudi. Itulah langkah yang dibahas artikel ini.

Kebanyakan orang yang overthinking bukan rusak atau lemah — mereka sedang menjalankan pola yang dulu berguna. Pikiran yang memindai apa yang bisa salah sedang melakukan tugasnya. Tugas itu hanya sudah berhenti membantu di suatu titik, dan tidak ada yang memberi tahu pikiran untuk pulang kerja. Di bawah ini: apa yang sebenarnya terjadi di balik layar, lima hal yang bisa dicoba, dan kapan saatnya melibatkan orang lain.

Apa yang terjadi

Apa yang sebenarnya terjadi

Pikiran tidak mau berhenti?

Ngobrol dengan Amanda — tanpa perlu akun.

Ngobrol dengan Amanda →

Overthinking adalah apa yang terjadi ketika pikiran memperlakukan sebuah pikiran sebagai masalah yang harus dipecahkan, padahal sebenarnya itu adalah perasaan yang mencari tempat untuk mendarat. Isi pikirannya berubah-ubah — hubungan, pekerjaan, hal yang kamu ucapkan di 2014 — tetapi mekanismenya sama. Sesuatu di bawah permukaan terasa tidak pasti atau tidak aman, dan pikiran meraih satu-satunya alat yang dipercayainya: analisis lebih banyak. Masalahnya, analisis tidak bisa menuntaskan sebuah perasaan. Kamu tidak bisa berpikir keluar dari kegelisahan, sebagaimana kamu tidak bisa berpikir untuk menuju tidur.

Acceptance and Commitment Therapy (ACT) menyebut ini fusion — saat kamu begitu larut di dalam sebuah pikiran sampai pikiran itu tidak lagi terasa seperti pikiran, melainkan terasa seperti kenyataan. Saat fused, "Aku gagal" kamu alami sebagai fakta tentang dunia. Saat defused, kata-kata yang sama kamu alami sebagai kalimat yang sedang diproduksi oleh pikiran, sama seperti pikiran memproduksi daftar belanja dan lirik lagu. Versi yang sudah defused jauh lebih mudah untuk dilewati. Meta-analisis tahun 2015 atas 39 uji acak menemukan ACT mengungguli kelompok kontrol waitlist dengan effect size besar pada kondisi kecemasan, depresi, dan stres — A-Tjak et al., 2015.

Pergeseran yang ditawarkan ACT bukan soal memikirkan pikiran yang lebih baik. Ia soal mengubah apa yang kamu lakukan dengan pikiran yang sudah kamu punya — memberi ruang untuknya sambil tetap bergerak menuju hal yang penting. Sebuah tinjauan tahun 2020 membingkai fleksibilitas psikologis ini sebagai mekanisme transdiagnostik, berguna lintas banyak kondisi justru karena ia tidak menuntut pikiran-pikiran itu hilang lebih dulu (Gloster et al., 2020).

Lima hal yang bisa dicoba

Teknik praktis

1. Beri nama pikiran sebagai pikiran (cognitive defusion)

Alih-alih "Aku pasti akan mengacaukan ini," coba "Aku sedang punya pikiran bahwa aku akan mengacaukan ini." Tata bahasanya sengaja terdengar janggal — justru itu intinya. Ini menyelipkan jarak kecil antara kamu dan kalimat tersebut, dan jarak itu cukup untuk memilih apa yang akan kamu lakukan berikutnya. Coba sekali pada pikiran yang lengket, dan perhatikan sedikit pelonggaran yang terjadi ketika pikiran berubah menjadi sesuatu yang kamu amati, bukan fakta yang kamu tinggali.

2. Jadwalkan jendela cemas lima menit

Pilih satu waktu nanti hari ini — mungkin jam 6 sore — dan katakan pada dirimu bahwa kekhawatiran itu boleh mendapat perhatian penuhmu di waktu tersebut. Saat pikirannya kembali sebelum jam itu, kamu tidak sedang menolaknya; kamu sedang menunda janji temu. Sebagian besar pikiran tidak datang ke pertemuan tersebut. Yang muncul biasanya memang yang benar-benar penting, dan justru itulah sinyal yang kamu inginkan. Sisanya biasanya kehilangan urgensinya setelah kamu mengucapkannya keras-keras.

3. Kenali polanya, bukan isinya

Overthinking punya bentuk-bentuk khas — loop katastrofisasi, spiral perbandingan, loop mengulang-ulang percakapan lama. Saat kamu bisa bilang "oh, ini loop pengulangan lagi" alih-alih ikut hanyut ke percakapan spesifik yang sedang diulang, kamu menghabiskan jauh lebih sedikit waktu di dalamnya. Polanyalah yang perlu dikenali. Isinya hanya cat baru hari ini di atas bentuk yang sudah familiar.

4. Cek tiga pertanyaan

Saat loopnya mulai, ajukan tiga pertanyaan berurutan. Pertama: apakah pikiran ini benar-benar benar, atau sekadar nyaring? Kedua: apakah meladeninya berguna saat ini? Ketiga: adakah sesuatu yang bisa kulakukan soal ini dalam sepuluh menit ke depan? Kalau jawaban ketiga adalah tidak, loop itu sedang memintamu menyelesaikan masalah yang solusinya tidak tersedia — dan itulah tandanya. Catat, letakkan, dan kembali lagi kalau kenyataan berubah.

5. Berlabuh di tubuh

Overthinking adalah pengalaman yang hanya terjadi di kepala, dan itulah sebagian alasan kenapa ia berputar terus. Pindahkan perhatian ke kaki yang menyentuh lantai, punggung yang menempel di kursi, suhu udara pada kulit. Coba empat hitungan tarik napas, tahan tujuh hitungan, embuskan delapan hitungan — dua kali. Pikiran sedikit menenang saat tubuh mengirim sinyal bahwa ia tidak sedang dalam bahaya. Ini bukan pikiran yang kamu pikirkan; ini sebuah kondisi yang kamu masuki.

Kapan perlu cari bantuan lebih lanjut

Teknik bantuan diri bisa banyak membantu, tetapi ada batasnya. Kalau overthinking sampai membuatmu tidak bisa tidur hampir setiap malam, kamu mengalami serangan panik, mendapati diri memikirkan untuk menyakiti diri sendiri, atau loopnya terkait peristiwa spesifik yang sulit kamu proses, berbicara dengan klinisi berlisensi adalah langkah berikutnya yang tepat. Kamu bisa menemukan opsi berbiaya rendah di opencounseling.com atau hotline internasional via findahelpline.com. Tidak ada hadiah untuk menunggu lebih lama dari yang kamu butuhkan.

Ngobrol bareng Amanda

Kalau kamu ingin teman berpikir yang bisa menemani loop tanpa berusaha membantahmu keluar dari situ, Amanda dirancang untuk ini. Pendekatannya menggunakan ACT — modalitas yang menjadi dasar artikel ini — untuk membantumu memberi ruang bagi pikiran yang berat sekaligus tetap bergerak menuju hal yang penting bagimu. Dia mengingat apa yang sedang kamu kerjakan dari sesi ke sesi, jadi prosesnya menumpuk. Untuk penjelasan lebih lanjut tentang metodenya, lihat Acceptance and Commitment Therapy.

Ngobrol sama Amanda soal ini — tanpa perlu bikin akun

FAQ

Pertanyaan yang sering muncul

Apa bedanya berpikir dengan overthinking?

Berpikir bergerak menuju sesuatu: sebuah keputusan, sebuah rencana, gambaran yang lebih jernih. Overthinking berputar-putar. Pertanyaan yang sama ditanyakan ulang, skenario yang sama diulang lagi, dan tidak ada yang benar-benar tuntas. Tes sederhana: setelah lima belas menit, apakah kamu tahu lebih banyak dibanding saat memulai? Kalau tidak, pikiranmu sedang ber-loop, bukan bekerja.

Kenapa menyuruh diri sendiri berhenti overthinking justru memperparahnya?

Berusaha untuk tidak memikirkan sesuatu justru memberinya lebih banyak perhatian, bukan lebih sedikit — psikolog menyebutnya ironic-process effect. Instruksi "berhenti" menandai pikiran itu sebagai penting, jadi otak terus memunculkannya untuk memastikan kamu masih menekannya. Mengendurkan cengkeraman lebih ampuh daripada mengencangkannya. Pikirannya lebih cepat berlalu saat kamu berhenti melawan.

Apakah overthinking adalah gejala kecemasan?

Overthinking sering muncul berdampingan dengan kecemasan, tetapi overthinking sendiri bukan gangguan — ia sebuah pola. Banyak orang overthinking saat stres, sebelum keputusan besar, atau ketika kurang tidur. Ini mulai layak diperhatikan ketika hampir terus-menerus, mengganggu tidur atau kerja, atau muncul bersama gejala kecemasan fisik seperti jantung berdebar, gelisah, atau perut terasa kencang.

Apakah meditasi bisa membantu menghentikan overthinking?

Ya, secara tidak langsung. Meditasi tidak mengosongkan pikiran — ia mengubah hubunganmu dengan pikiran. Dengan latihan, kamu mulai memperhatikan pikiran sebagai peristiwa yang lewat, bukan pesan mendesak yang menuntut tindakan. Bahkan lima menit sehari sekadar mengamati napas sambil pikiran datang dan pergi cenderung mengendurkan cengkeraman overthinking dalam beberapa minggu.

Kapan saya sebaiknya menemui terapis soal overthinking?

Kalau overthinking sampai membuatmu tidak bisa tidur hampir setiap malam, mengganggu kerja atau hubungan, atau menyatu dengan serangan panik atau rasa putus asa, berbicara dengan klinisi berlisensi layak dipertimbangkan. Hal yang sama berlaku kalau ini terkait peristiwa spesifik yang sulit kamu lewati, atau kalau kamu mendapati diri memikirkan untuk menyakiti diri sendiri. Seorang terapis bisa membantu dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh sebuah artikel.

Verke menyediakan coaching, bukan terapi atau perawatan medis. Hasil bervariasi tiap individu. Kalau kamu sedang dalam krisis, hubungi 988 (AS), 116 123 (Inggris/Eropa, Samaritans), atau layanan darurat setempat. Kunjungi findahelpline.com untuk sumber daya internasional.